SEKTOR INDUSTRI
Secara Lingkungan
Sekitar
I.
PENDAHULUAN
Sejak terjadinya krisis
ekonomi yang mulai dirasakan sejal bulan Juni 1997, membuat pembangunan ekonomi
di Indonesia mengalami stagnasi, bahkan di beberapa bidang mengalami
kemunduran. Dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, Indonesia
dituntut untuk siap bersaing dengan negara-negara lain. Pembangunan semua
urusan pemerintah serta sumber-sumber keuangannya, kecuali kewenangan dalam
politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama
dan perencanaan sosial. Industrial merupakan suatu proses interaksi antara
pengembangan teknologi, inovasi spesialisasi, dalam produksi dan perdagangan
antarnegara yang pada akhirnya sejalan dengan peningkatan pendapatan perkapita
mendorong perubahan struktur ekonomi. Secara perlahankontribusi sector industry
dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) melampaui kontribusi sector
pertanian yang pada awal-awal pembangunan ekonomi mendominasi perekonomian
nasiona. Industry juga sering diartikan sebagai suatu proses modernisasi
ekonomi yang mencangkup semua sector ekonomi yang ada yang terkait langsung
maupun tidak langsung dengan industry manufaktur. Menurut ( Tambunan, 2001). Walaupun
sangat penting bagi kelangsungan pertumbuhan ekonomi, industrial bukan tujuan
akhir, melainkan hanya merupakan salah satu strategi yang harus ditempuh untuk
mendukung proses pembangunan ekonomi guna mencapai tingkat pendapatan perkapita
yang tinggi. Industry mempunyai peranan sebgai sector pemimpin maksudnya sengan
adanya pembangunan industry maka akan memacu dan mengangkat pembangunan
sector-sektor pertanian dan jasa. Sebagai misal pertumbuhan sector industry
yang pesat akan merangsang pertumbuhan sector pertanian untuk menyediakan bahan-bahan
baku bagi suatu industry. Dengan adanya industry tersebut memungkinkan juga
berkembangnya sector jasa. Menurut
Hirschman, pertumbuhan yang cepat sari satu atau beberapa industry mendorong
perluasan industry-industri lainnya yang terkait dengan sector industry yang
tumbuh lebih dulu. Menurut (Arsyad, 1999) dalam sector produksi mekanisme
pendorongan pembangunan (inducement
mechanism) yang tercipta sebagai akibat dari adanya hubungan antara
berbagai industri dalam menyediakan barang-barang yang digunakan sebagai bahan
mentah bagi industry lainnya, dibedakan menjadi dua macam yaitu
pengaruhnketerkaitan ke belakang (backward
linkage effect) dan pengaruh keterkaitan ke depan (forward linkage effect). Pengaruh keterkaitan ke belakang
maksudnya tingkat rangsangan yang diciptakan oleh pembangunan suatu industry
terhadap perkembangan industry lainnya. Sedangkan pengaruh keterkaitan ke depan
adalah tingkat rangsangan yang dihasilkan oleh industry yang pertama bagi input
mereka.
Pesatnya pertumbuhan industri di pasar
global maupun pasar domestik berdampak pada meningkatnya persaingan diantara
industri– industri tersebut. Berbagai
risiko, baik risiko
yang rendah maupun
risiko yang tinggi
juga harus dihadapi oleh perusahaan, kondisi inilah yang memicu pertumbuhan
ekonomi di Indonesia. Industri (perindustrian) di Indonesia merupakan salah
satu komponen perekonomian yang
penting. Perindustrian memungkinkan perekonomian kita berkembang pesat dan
semakin baik, sehingga membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional. Di
Indonesia, kegiatan pembangunan ditunjang oleh tumbuhnya berbagai jenis
industri dengan berbagai jenis kegiatan Sekarang ini, banyak negara-negara di
dunia terus berupaya untuk menumbuhkan ekonominya. Langkah yang diambil yaitu
dalam masalah industri. Industri memang menjadi faktor fenomenal untuk
menunjang perdagangan. Mereka saling bersaing untuk mendapatkan tempat di pasar
global. Karena di dalam pasar global itu sendiri terjadi perdagangan bebas dari
dan tentang suatu negara. Salah satu hal yang mendukung ialah sektor
industrialisasi.
II.
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Industri
Industri adalah sekumpulan usaha-usaha
yang sejenis dalam menghasilkan produksi barang maupun jasa.Adapun pengertian
industri menurut para ahli yaitu sebagai berikut :
Menurut George T. Renner (2004),
Industri adalah semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang produktif /
menghasilkan barang dan uang.
Menurut
I Made Sandi (2002), industri
adalah usaha untuk memproduksi barang jadi dengan bahan baku atau
bahan mentah melalui proses produksi penggarapan dalam jumlah besar sehingga
barang tersebut dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi dengan
mutu setinggi-tingginya.
Ada beberapa pengertian industri yang di
ambil dari berbagai sumber dan teori –teori terdahulu yang masih di pakai saat
ini yang telah menjadi kesepakatan umum untuk dijadikan sebagai acuan
pengambilan kesimpulan tentang pengertian industri. Pengertin industri menurut
ilmu ekonomi:
a. Ekonomi
Makro Industri adalah suatu proses yang dilakukan oleh perusahaan dalam
menciptakan produk yang memiliki nilai tambah.
b. Ekonomi
Mikro Industri adalah sekumpulan perusahaan yang melakukan kegiatan yang
sejenis atau menghasilkan barang–barang yang homogen. Menurut UU RI tahun 1984
pasal 1 tentang prindustrian mengatakan bahwa industri adalah: “Kegiatan
ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi,
atau barang jadi,
atau barang jadi
menjadi barang yang
bernilai ekonomi yang lebih tinggi untuk penggunaanya, termasuk kegiatan
rancang bangun dan perekayasaan industri.” (UU RI No. 5 tahun 1984). Sedangkan
menurut Badan Pusat Statistik, pengertian industri adalah Suatu proses
perubahan bahan dasar menjadi barang jadi / dari barang yang kurang nilainya
menjadi lebih tinggi nilainya dengan maksud sebagian atau seluruh hasilnya
untuk dijual atau memperoleh pendapatan atau keuntungan.
B. Penggolongan
Sektor Industri
Sektor industri dapat digolongkan
menjadi beberapa jenis, tapi yang utama sektor industri dibagi menjadi tiga yaitu
industri besar, industri sedang, dan industri kecil seperti berikut:
1.
Industri besar Industri besar sendiri
dapat diartikan, yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100
orang. Ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang dihimpun
secara kolektif dalam
bentuk pemeliharaan saham,
tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus, dan pemimpin perusahaan
dipilih melalui uji kemampuan dan kelayakan (fit and profer test).
2.
Industri sedang Industri sedang yaitu
industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 sampai 99 orang. Ciri idustri
sedang memiliki modal yang cukup/sedang sampai besar, sedangkan tenaga kerja
yang memiliki keterampilan tertentu dan pimpinan perusahaan memiliki kemampuan
manajerial tertentu.
3.
Industri kecil Industri yang jumlah
karyawan/tenaga kerja berjumlah antara 5–19 orang. Modal relatif kecil karena
modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik modal,
tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada
hubungan saudara.
Faktor-faktor
Penyebab dari Pengaruh Sektor-sektor Perekonomian Terhadap Lingkungan. Hasil
perhitungan intensitas input lingkungan dari sektor perekonomian sebagai akibat
penggunaan produk impor menunjukkan angka relatif tinggi. Ini menyimpulkan
bahwa sektor pertanian, industri pengolahan makanan, dan industri-industri hulu
merupakan sektorsektor yang paling tinggi intensitas input komoditi
lingkungannya. Sektor industri yang perlu dikembangkan di lndonesia untuk
menunjang perekonomian yang berkesinambungan tentunya tidak hanya melihat
tingginya nilai tambah yang dihasilkan oleh sektor tersebut, tetapi juga
melihat apakah sektor tersebut bisa berjalan secara berkesinambungan tanpa
menimbulkan dampak yang membahayakan lingkungan dan akhirnya akan menutup kesempatan
bagi sektor lainnya untuk berkembang. Berdasarkan hasil analisis di atas,
secara spesifik dapat dibuat suatu dasar rumusan kebijakan bagi pengembangan
industri pengolahan di Indonesia dengan melakukan pendekatan pada keterkaitan
industri, kontribusi terhadap total produk domestik bruto, tingkat penyerapan
tenaga kerja dan intensitas pencemaran:
1. Pengembangan
industri pengolahan dengan melakukan pendekatan pada keterkaitan industri, maka
sebaiknya dilakukan pada golongan sektor industri pengolahan yang mempunyai
tingkat keterkaitan ke belakang dan ke depan yang tinggi. Hal ini menjadi
pertimbangan karena dengan tumbuhnya investasi pada sektor ini, maka sektor
lain yang berkaitan akan tumbuh dengan pesat dan bisa mendorong sektor yang
mempunyai keterkaitan ke depan dan belakangnya rendah untuk tetap bertahan.
2. Pengembangan
industri pengolahan dengan melakukan pendekatan pada kontribusinya terhadap
total produk domestik bruto, maka sebaiknya dikembangkan golongan sektor
industri terutama dengan lSlC 3116, 3211,3311, 3140, 3530, 3111, 3118, 3560,
3220,3822 dimana golongan sektor tersebut merupakan sepuluh besar penyumbang
dar! sektor industri pengolahan terhadap output total dari sektor industri
pengolahan Indonesia tahun 1995.
3. Tingkat
penyerapan tenaga kerja merupakan pendekatan dalam melakukan pemerataan
pendapatan di lndonesia yang merupakan salah satu negara dengan penduduk
terbahyak di dunia. Hal ini akan kembali menjadi dilematis dalam melakukan
pengembangan sektor yang menyerap modalftekndogi lebih banyak. Di sini harus
dilakukan kebijakan dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan sekaligus
produktivitas dari modal itu sendiri. Artinya sektoryang menyerap tenaga keria
tinggi tetap menjadi prioritas tanpa meninggalkan sektor yang menyerap
modal/teknologi tinggi dengan proses peningkatan untuk produktivitas
masing-masing.
C. Peranan
Sektor Industri Dalam Pembangunan Ekonomi
Industrialisasi tidak
terlepas dari usaha untuk meningkatkan
mutu sumber daya manusia dan
kemampuan memanfaatkan secara optimal sumberdaya alam dan sumberdaya lainnya.
Hal ini berarti pula sebagai suatu usaha untuk meningkatkan produktivitas
tenaga manusia disertai untuk meluaskan ruang lingkup kegiatan manusia. Dengan
demikaian dapat diusahakan secara “vertikal” semakin besarnya nilai tambah pada
kegiatan ekonomi dan sekaligus secara “horizontal” semakin luasnya lapangan kerja
produktif bagi penduduk yang semakin bertambah.
D. Pola
Pengembangan Industri
Langkah-langkah pokok dalam pola
pengembangan industri adalah:
1.
Pengembangan industri yang berorientasi pasar
2. Pendalaman dan penguatan sektor
industri
3. Pengembangan industry kecil
4. Pengembangan industri pengolahan
hasil pertanian (agroindustri)
5. Peningkatan penguasaan dan penyebaran tekhnologi.
III. KESIMPULAN
Industrial merupakan suatu proses
interaksi antara pengembangan teknologi, inovasi spesialisasi, dalam produksi
dan perdagangan antarnegara yang pada akhirnya sejalan dengan peningkatan
pendapatan perkapita mendorong perubahan struktur ekonomi. Pesatnya pertumbuhan
industri di pasar global maupun pasar domestik berdampak pada meningkatnya
persaingan diantara industri– industri tersebut. Berbagai risiko,
baik risiko yang
rendah maupun risiko
yang tinggi juga harus dihadapi oleh perusahaan, kondisi
inilah yang memicu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Industri (perindustrian)
di Indonesia merupakan salah satu komponen perekonomian yang penting.
Perindustrian memungkinkan perekonomian kita berkembang pesat dan
semakin baik, sehingga membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional. Di
Indonesia, kegiatan pembangunan ditunjang oleh tumbuhnya berbagai jenis
industri dengan berbagai jenis kegiatan Sekarang ini, banyak negara-negara di
dunia terus berupaya untuk menumbuhkan ekonominya. Industri adalah sekumpulan usaha-usaha yang
sejenis dalam menghasilkan produksi barang maupun jasa.Adapun pengertian
industri menurut para ahli yaitu sebagai berikut :
Menurut George T. Renner (2004),
Industri adalah semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang produktif /
menghasilkan barang dan uang.
Menurut I
Made Sandi (2002), industri
adalah usaha untuk memproduksi barang jadi dengan bahan baku
atau bahan mentah melalui proses produksi penggarapan dalam jumlah besar
sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi
dengan mutu setinggi-tingginya.
Siang mbak diva ... Saya arif 010 izin tanya .. Dampak apa saja yang akan timbul bilamana sektor industri semakin banyak?
BalasHapusTerimakasih
Selamat siang mbak diva , menurut mba diva apakah sektor industri yang banyak akan mengakibatkan kurangnya lahan di perkotaan. Megapa demikian jelaskan
BalasHapusSelamat sore mbak diva menurut mbak diva kalau sektor industri semakin banyak? Otomatis juga merusak lingkungan. Apa solusi anda untuk mengatasi masalah ini?
BalasHapus