Kamis, 26 Maret 2020


SEKTOR INDUSTRI
Secara Lingkungan Sekitar
I.                   PENDAHULUAN
Sejak terjadinya krisis ekonomi yang mulai dirasakan sejal bulan Juni 1997, membuat pembangunan ekonomi di Indonesia mengalami stagnasi, bahkan di beberapa bidang mengalami kemunduran. Dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, Indonesia dituntut untuk siap bersaing dengan negara-negara lain. Pembangunan semua urusan pemerintah serta sumber-sumber keuangannya, kecuali kewenangan dalam politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama dan perencanaan sosial. Industrial merupakan suatu proses interaksi antara pengembangan teknologi, inovasi spesialisasi, dalam produksi dan perdagangan antarnegara yang pada akhirnya sejalan dengan peningkatan pendapatan perkapita mendorong perubahan struktur ekonomi. Secara perlahankontribusi sector industry dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) melampaui kontribusi sector pertanian yang pada awal-awal pembangunan ekonomi mendominasi perekonomian nasiona. Industry juga sering diartikan sebagai suatu proses modernisasi ekonomi yang mencangkup semua sector ekonomi yang ada yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan industry manufaktur. Menurut ( Tambunan, 2001). Walaupun sangat penting bagi kelangsungan pertumbuhan ekonomi, industrial bukan tujuan akhir, melainkan hanya merupakan salah satu strategi yang harus ditempuh untuk mendukung proses pembangunan ekonomi guna mencapai tingkat pendapatan perkapita yang tinggi. Industry mempunyai peranan sebgai sector pemimpin maksudnya sengan adanya pembangunan industry maka akan memacu dan mengangkat pembangunan sector-sektor pertanian dan jasa. Sebagai misal pertumbuhan sector industry yang pesat akan merangsang pertumbuhan sector pertanian untuk menyediakan bahan-bahan baku bagi suatu industry. Dengan adanya industry tersebut memungkinkan juga berkembangnya sector jasa.  Menurut Hirschman, pertumbuhan yang cepat sari satu atau beberapa industry mendorong perluasan industry-industri lainnya yang terkait dengan sector industry yang tumbuh lebih dulu. Menurut (Arsyad, 1999) dalam sector produksi mekanisme pendorongan pembangunan (inducement mechanism) yang tercipta sebagai akibat dari adanya hubungan antara berbagai industri dalam menyediakan barang-barang yang digunakan sebagai bahan mentah bagi industry lainnya, dibedakan menjadi dua macam yaitu pengaruhnketerkaitan ke belakang (backward linkage effect) dan pengaruh keterkaitan ke depan (forward linkage effect). Pengaruh keterkaitan ke belakang maksudnya tingkat rangsangan yang diciptakan oleh pembangunan suatu industry terhadap perkembangan industry lainnya. Sedangkan pengaruh keterkaitan ke depan adalah tingkat rangsangan yang dihasilkan oleh industry yang pertama bagi input mereka.
Pesatnya pertumbuhan industri di pasar global maupun pasar domestik berdampak pada meningkatnya persaingan diantara industri– industri tersebut. Berbagai  risiko,  baik  risiko  yang  rendah  maupun  risiko  yang  tinggi  juga harus dihadapi oleh perusahaan, kondisi inilah yang memicu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Industri (perindustrian) di Indonesia merupakan salah satu komponen perekonomian yang   penting.   Perindustrian   memungkinkan   perekonomian kita berkembang pesat dan semakin baik, sehingga membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional. Di Indonesia, kegiatan pembangunan ditunjang oleh tumbuhnya berbagai jenis industri dengan berbagai jenis kegiatan Sekarang ini, banyak negara-negara di dunia terus berupaya untuk menumbuhkan ekonominya. Langkah yang diambil yaitu dalam masalah industri. Industri memang menjadi faktor fenomenal untuk menunjang perdagangan. Mereka saling bersaing untuk mendapatkan tempat di pasar global. Karena di dalam pasar global itu sendiri terjadi perdagangan bebas dari dan tentang suatu negara. Salah satu hal yang mendukung ialah sektor industrialisasi.
II.                PEMBAHASAN
A.    Pengertian Industri
Industri adalah sekumpulan usaha-usaha yang sejenis dalam menghasilkan produksi barang maupun jasa.Adapun pengertian industri menurut para ahli yaitu sebagai berikut :
Menurut George T. Renner (2004), Industri adalah semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang produktif / menghasilkan barang dan uang.
Menurut  I Made Sandi  (2002),  industri  adalah  usaha untuk  memproduksi barang jadi dengan bahan baku atau bahan mentah melalui proses produksi penggarapan dalam jumlah besar sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi dengan mutu setinggi-tingginya.
Ada beberapa pengertian industri yang di ambil dari berbagai sumber dan teori –teori terdahulu yang masih di pakai saat ini yang telah menjadi kesepakatan umum untuk dijadikan sebagai acuan pengambilan kesimpulan tentang pengertian industri. Pengertin industri menurut ilmu ekonomi:
a.       Ekonomi Makro Industri adalah suatu proses yang dilakukan oleh perusahaan dalam menciptakan produk yang memiliki nilai tambah.
b.      Ekonomi Mikro Industri adalah sekumpulan perusahaan yang melakukan kegiatan yang sejenis atau menghasilkan barang–barang yang homogen. Menurut UU RI tahun 1984 pasal 1 tentang prindustrian mengatakan bahwa industri adalah: “Kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah  jadi,  atau  barang  jadi,  atau  barang  jadi  menjadi  barang  yang  bernilai ekonomi yang lebih tinggi untuk penggunaanya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.” (UU RI No. 5 tahun 1984). Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik, pengertian industri adalah Suatu proses perubahan bahan dasar menjadi barang jadi / dari barang yang kurang nilainya menjadi lebih tinggi nilainya dengan maksud sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual atau memperoleh pendapatan atau keuntungan.

B.     Penggolongan Sektor Industri
Sektor industri dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, tapi yang utama sektor industri dibagi menjadi tiga yaitu industri besar, industri sedang, dan industri kecil seperti berikut:
1.                Industri besar Industri besar sendiri dapat diartikan, yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang  dihimpun  secara  kolektif  dalam  bentuk  pemeliharaan  saham,  tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus, dan pemimpin perusahaan dipilih melalui uji kemampuan dan kelayakan (fit and profer test).
2.                Industri sedang Industri sedang yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 sampai 99 orang. Ciri idustri sedang memiliki modal yang cukup/sedang sampai besar, sedangkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan tertentu dan pimpinan perusahaan memiliki kemampuan manajerial tertentu. 
3.                Industri kecil Industri yang jumlah karyawan/tenaga kerja berjumlah antara 5–19 orang. Modal relatif kecil karena modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik  modal,  tenaga kerjanya  berasal  dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan saudara.
Faktor-faktor Penyebab dari Pengaruh Sektor-sektor Perekonomian Terhadap Lingkungan. Hasil perhitungan intensitas input lingkungan dari sektor perekonomian sebagai akibat penggunaan produk impor menunjukkan angka relatif tinggi. Ini menyimpulkan bahwa sektor pertanian, industri pengolahan makanan, dan industri-industri hulu merupakan sektorsektor yang paling tinggi intensitas input komoditi lingkungannya. Sektor industri yang perlu dikembangkan di lndonesia untuk menunjang perekonomian yang berkesinambungan tentunya tidak hanya melihat tingginya nilai tambah yang dihasilkan oleh sektor tersebut, tetapi juga melihat apakah sektor tersebut bisa berjalan secara berkesinambungan tanpa menimbulkan dampak yang membahayakan lingkungan dan akhirnya akan menutup kesempatan bagi sektor lainnya untuk berkembang. Berdasarkan hasil analisis di atas, secara spesifik dapat dibuat suatu dasar rumusan kebijakan bagi pengembangan industri pengolahan di Indonesia dengan melakukan pendekatan pada keterkaitan industri, kontribusi terhadap total produk domestik bruto, tingkat penyerapan tenaga kerja dan intensitas pencemaran:
1.      Pengembangan industri pengolahan dengan melakukan pendekatan pada keterkaitan industri, maka sebaiknya dilakukan pada golongan sektor industri pengolahan yang mempunyai tingkat keterkaitan ke belakang dan ke depan yang tinggi. Hal ini menjadi pertimbangan karena dengan tumbuhnya investasi pada sektor ini, maka sektor lain yang berkaitan akan tumbuh dengan pesat dan bisa mendorong sektor yang mempunyai keterkaitan ke depan dan belakangnya rendah untuk tetap bertahan.
2.      Pengembangan industri pengolahan dengan melakukan pendekatan pada kontribusinya terhadap total produk domestik bruto, maka sebaiknya dikembangkan golongan sektor industri terutama dengan lSlC 3116, 3211,3311, 3140, 3530, 3111, 3118, 3560, 3220,3822 dimana golongan sektor tersebut merupakan sepuluh besar penyumbang dar! sektor industri pengolahan terhadap output total dari sektor industri pengolahan Indonesia tahun 1995.
3.      Tingkat penyerapan tenaga kerja merupakan pendekatan dalam melakukan pemerataan pendapatan di lndonesia yang merupakan salah satu negara dengan penduduk terbahyak di dunia. Hal ini akan kembali menjadi dilematis dalam melakukan pengembangan sektor yang menyerap modalftekndogi lebih banyak. Di sini harus dilakukan kebijakan dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan sekaligus produktivitas dari modal itu sendiri. Artinya sektoryang menyerap tenaga keria tinggi tetap menjadi prioritas tanpa meninggalkan sektor yang menyerap modal/teknologi tinggi dengan proses peningkatan untuk produktivitas masing-masing.
C.     Peranan Sektor Industri Dalam Pembangunan Ekonomi
Industrialisasi  tidak  terlepas  dari usaha untuk  meningkatkan  mutu  sumber daya manusia dan kemampuan memanfaatkan secara optimal sumberdaya alam dan sumberdaya lainnya. Hal ini berarti pula sebagai suatu usaha untuk meningkatkan produktivitas tenaga manusia disertai untuk meluaskan ruang lingkup kegiatan manusia. Dengan demikaian dapat diusahakan secara “vertikal” semakin besarnya nilai tambah pada kegiatan ekonomi dan sekaligus secara “horizontal” semakin luasnya lapangan kerja produktif bagi penduduk yang semakin bertambah.
D.    Pola Pengembangan Industri
Langkah-langkah pokok dalam pola pengembangan industri adalah:
1.  Pengembangan industri yang berorientasi pasar
2. Pendalaman dan penguatan sektor industri
3. Pengembangan industry kecil
4. Pengembangan industri pengolahan hasil pertanian (agroindustri)
5. Peningkatan penguasaan dan penyebaran tekhnologi.

III. KESIMPULAN
Industrial merupakan suatu proses interaksi antara pengembangan teknologi, inovasi spesialisasi, dalam produksi dan perdagangan antarnegara yang pada akhirnya sejalan dengan peningkatan pendapatan perkapita mendorong perubahan struktur ekonomi. Pesatnya pertumbuhan industri di pasar global maupun pasar domestik berdampak pada meningkatnya persaingan diantara industri– industri tersebut. Berbagai  risiko,  baik  risiko  yang  rendah  maupun  risiko  yang  tinggi  juga harus dihadapi oleh perusahaan, kondisi inilah yang memicu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Industri (perindustrian) di Indonesia merupakan salah satu komponen perekonomian yang   penting.   Perindustrian   memungkinkan   perekonomian kita berkembang pesat dan semakin baik, sehingga membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional. Di Indonesia, kegiatan pembangunan ditunjang oleh tumbuhnya berbagai jenis industri dengan berbagai jenis kegiatan Sekarang ini, banyak negara-negara di dunia terus berupaya untuk menumbuhkan ekonominya.  Industri adalah sekumpulan usaha-usaha yang sejenis dalam menghasilkan produksi barang maupun jasa.Adapun pengertian industri menurut para ahli yaitu sebagai berikut :
Menurut George T. Renner (2004), Industri adalah semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang produktif / menghasilkan barang dan uang.
Menurut  I Made Sandi  (2002),  industri  adalah  usaha untuk  memproduksi barang jadi dengan bahan baku atau bahan mentah melalui proses produksi penggarapan dalam jumlah besar sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi dengan mutu setinggi-tingginya.

DAFTAR RUJUKAN


3 komentar:

  1. Siang mbak diva ... Saya arif 010 izin tanya .. Dampak apa saja yang akan timbul bilamana sektor industri semakin banyak?
    Terimakasih

    BalasHapus
  2. Selamat siang mbak diva , menurut mba diva apakah sektor industri yang banyak akan mengakibatkan kurangnya lahan di perkotaan. Megapa demikian jelaskan

    BalasHapus
  3. Selamat sore mbak diva menurut mbak diva kalau sektor industri semakin banyak? Otomatis juga merusak lingkungan. Apa solusi anda untuk mengatasi masalah ini?

    BalasHapus